• November 12, 2019

Talenta

WARTA JEMAAT

GPIB JEMAAT PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN

 

Alamat : Jl. AUP No.10 Pasar Minggu – Jakarta 12520

Telepon : 780.66.87 , 788.43.011 , Fax.782 8416 ext.106

Email : gpibpsmg@yahoo.com

Website : www.gpibpasarminggu.org

BANK BRI  Cabang Pasar Minggu Rek. Nomor  : 0339-01-040258-50-3

BANK BRI Cabang Pasar Minggu Rek. Nomor  : – 0339-01-040257-50-7

BRI Cab. Pasar Minggu No. Rek  : 0339-01-040257-50-7 (Komisi Pelayanan Kedukaan)

UNTUK KALANGAN SENDIRI.

 

NOTE : WARTA JEMAAT Mingguan versi website dapat di baca dan di download di halaman utama ( home ) dan halaman berita atau bisa klik tautan dibawah ini.

WARNA LITURGIS, TAHUN GEREJA LOGO KAIN MIMBAR, STOLA DAN ARTI HARI PENTAKOSTA

PENTAKOSTA ( Yun. Pentakosta berarti “yang ke-50”), yakni hari ke-50 sesudah Paskah. Hari ke-50 sesuai dengan Ulangan 16: 9-12 adalah suatu pesta besar, yakni pesta panen raya dan pesta kemerdekaan. Tidak kebetulan bahwa pada Hari ke-50 Yerusalem penuh orang. Pada Hari Pentakosta, Roh kudus yang dijanjikan oleh Yesus Kristus ketika Ia naik takhta disorga, turun ke atas para murid. Artinya, mereka semua dibaptis dalam Roh Kudus, sehingga mereka mendapat kekuatan dan keberanian untuk bersaksi ( Kisah 2 : 14, 22-24, 32-33,36).

Dengan demikian, Roh Kudus panen pertama sesudah Yesus Kristus bangkit dan naik takhta di sorga. Dan juga orang-orang yang menjadi percaya oleh pemberitaan para rasul dengan kuasa Roh Kudus ( Kisah 2 : 37-42) adalah  juga panen pertama. Makanya hari Pentakosta diperingati juga sebagai hari kelahiran Gereja, dimana melalui kuasa Roh Kudus, Gereja dilengkapi untuk melaksanakan tugas pengutusannnya kepada bangsa-bangsa.

Simbol Hari Pentakosta adalah lidah-lidah api (pinggirnya kuning) dan burung merpati (warna perak) dengan warna dasar merah; warna keberanian untuk memberi kesaksian (martyria).

Arti :

Lidah-lidah api dan burung Merpati yang menukik menunjuk pada peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah Rasul 2 : 2 – 3 ). Tujuh lidah api menyimbolkan ke tujuh suluh api, yaitu ketujuh roh Allah (Wahyu 4 : 5) membentuk lingkaran yang menghadirkan kekekalan, keabadian.

         Simbol ini berganti pada Hari Sabtu malam menjelang Hari Minggu Trinitas.

Read Previous

Tema GPIB, VISI dan MISI

Read Next

Bidang Teologi dan Persidangan Gerejawi (TPG)