• September 23, 2019

Penata Layanan GPIB

PENATALAYANAN GPIB

Sebagai orang percaya yang mengemban panggilan dan pengutusan-Nya (Misi Gereja), GPIB menyadari
bahwa sebagai suatu lembaga ia tidak dapat mengabaikan pelayanan di
dunia ini. Dengan bersumber pada Alkitab dan dalam ketaatan kepada Roh
Kudus yang menghendaki agar pelayanan Gereja berlangsung dengan tertib
dan teratur (1 Kor. 14:44, 40), tersusun rapih (Efs. 4:16), serta
dilatar-belakangi oleh sejarahnya, maka GPIB menata kelembagaannya dengan penyelenggaraan pelayanan, dengan Sistem Presbiterial Sinodal.

Cara penatalayanan dengan Sistem Presbiterial Sinodal selalu menekankan :

  • Penetapan kebijakan oleh para Presbiter atas dasar permusyawaratan melalui Persidangan Sinode GPIB, yang pelaksanaannya dijabarkan dalam Sidang Majelis Sinode (tingkat sinodal) dan Sidang Majelis Jemaat (tingkat jemaat)
  • Hubungan yang dinamis antara Majelis Sinode dan Majelis Jemaat maupun di antaranya
  • Pelaksanaan pelayanan dan pengelolaan sumberdaya gereja serta bersama dan bertanggung jawab di seluruh jajaran GPIB

Bertolak dari pemahaman ini, maka penyelenggaraan pelayanan secara
Presbiterial Sinodal hendaknya menjadi tanggung jawab bersama para
Presbiter atas kehidupan lembaga GPIB berdasarkan karunia dan talenta yang dipercayakan Tuhan padanya.

Agar cara penyelenggaraan lebih berdayaguna dan berhasilguna, maka
perlu dikembangkan wawasan yang utuh dan menyeluruh dalam penanganan
terhadap masalah-masalah tidak meratanya pemahaman karena kepelbagaian
latar belakang, dengan memperhatikan atau mengantisipasi perkembangan
masyarakat dan lingkungannya.

 

Read Previous

Majelis Sinode

Read Next

P K U P P G