• July 19, 2019

Selamat Datang di GPIB Pasar Minggu

Sejarah GPIB Pasar Minggu


Ketika BATAVIA didirikan oleh Belanda , penduduk setempat dipaksa meninggalkan daerah sekitar Batavia. Daerah pedalaman itu kemudiaan di huni oleh orang-orang pendatang , mereka inilah yang disebut orang Betawi yang sebagaiann besar keturunan beberapa kelompok etnik di Indonesia bagian timur . Penduduk Betawi mayoritas beragama Islam dan berbahasa melayu yang dipengaruhi oleh bahasa Bali, Hokkian dan sejumlah bahasa lainnya . Diluar daerah pedaalaman itu tinggalah orang-orang jawa dan sunda , mereka secara berkelompok tinggal diperbukitaan priyangan untuk orang-oranag Sunda dan untuk orang-orang jawa mendominasi sepanjang pantai kearah Banten dan Cirebon . Selain suku Jawa dan Sunda juga terdapat pemukiman orang-orang Cina yang berpencar , yang senantiasa berada pada tahap asimilasi dengan penduduk setempat. Di Ommelanden terdaapat pula Particulliere Landerijen ( tanah-tanah partikulir ) yang berlangsung hingga Jepang tiba tahun 1942.

Pada masa Jepang , kota Batavia

HARI MINGGU

TANGGAL1 FEBRUARI 1981

Disyahkannya sebuah bangunan permanen
yang dipakai sebagai Gedung Gereja menjadi milik GPIB oleh Ketua Umum Sinode
GPIB  Pdt. A.J. SAHETAPY ENGEL, MTH .

PENDETA GPIB PASAR MINGGU

1970 :  Pdt. Victor
Marpaung ,STh (PJ)

1974 :  Pdt. P
Wagiman ,SmTh (PJ)

1970 :  Pdt. P
Susetyo Abadi Epafras(PJ)

1978 :  Pdt. M.I.
Pingak (KMJ)

1985 :  Pdt. D.A.
Tiendas ,STh (KMJ)

1990 :  Pdt. Koestyono Hadi S , (KMJ

Read Next

Tema GPIB, VISI dan MISI